Sosialisasi G2R (Global Gotong Royong) di Wukirsari

Admin 23 April 2018 13:43:18 WIB

Jum'at 20 April 2018. Tepat mulai jam 19.30 WIB, di Gasebo Batik Giriloyo diadakan acara sosialisasi G2R (Global Gotong Royong). Bpk Agus Basuki Tapip, Bpk Ahsin, Bpk Jazir sebagai narasumber, perwakilan dari TIM G2R yang dibimbing langsung dari UGM dan Korea. Dalam acara ini dihadiri oleh perwakilan  5 dusun dari desa Wukirsari, diantaranya karangkulon, giriloyo, cengkehan, nogosari, dan kedungbuweng. Dihadiri sekitar 30 peserta sosialisasi.

 

Tujuan diadakan acara ini diantaranya, warga mengetahui pengertian dan maksud G2R, yaitu agar Warga menciptakan icon atau produk asli yang dihasilkan oleh warga desa wukirsari. Serta meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat wukirsari, warga juga dapat memaksimalkan potensi yang ada di wukirsari. Sehingga desa wukirsari menjadi desa percontohan nasional.

 

Acara serupa juga digelar di Perpustakaan Desa Wukirsari. Di sini, dalam sambutannya sebagai Ketua LPMD Desa Wukirsari, Widodo Supranoto, S.IP. menegaskan bahwa sudah saatnya semangat gotong royong harus dibangkitkan lagi. Namun, gotong royong yang dimaksud memiliki cakupan yang lebih luas. Di mana setiap dusun yang ada di Desa Wukirsari harus bersinergi dengan memaksimalkan segala potensi baik SDA maupun SDM yang dimiliki sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Beliau juga menambahkan, setelah terbentuk ritme yang sama dalam membangun Desa Wukirsari ke arah yang lebih besar, gotong royong dalam hal ekonomi ini secara konkrit dapat diwadahi dalam bentuk BUMDes.

Pada kesempatan ini, setiap perwakilan dari masing-masing dusun juga menyampaikan pandangan mereka terkait potensi yang sebenarnya masih dapat digali lebih banyak lagi. Di bidang pariwisata misalnya, perlunya pembuatan koridor-koridor di setiap pos wisata di Desa Wukirsari agar setiap potensi wisata di 16 dusun dapat terhubung satu sama lain. Di bidang produk kreatif masyarakat, sempat dibahas juga terkait produk makanan yang nantinya diharapkan menjadi makanan khas di Desa Wukirsari, yaitu olahan gadung.

Menurut Widodo, gadung memiliki makna filosofi yang kuat. Gadung dikenal sebagai tumbuhan beracun yang batangnya melilit ke arah kiri. Namun, jika dapat diolah dengan baik dan benar, gadung dapat menjadi kudapan yang lezat. Begitu pun proses kehidupan manusia. Seburuk apa pun tabiat manusia, ketika ia bertekad untuk menjadi lebih baik, pasti akan baik. Dalam ilmu Sunan Kalijaga juga disebutkan bahwa gadung merupakan petunjuk alam.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Pengumuman

...Berdasarkan Keputusan Presiden nomor 18 tahun 2018 dan surat edaran Bupati Bantul nomor 021/02616 hari RABU, 27 JUNI 2018 pelayanan desa Wukirsari diliburkan || kirimkan artikel anda (berita/potensi di desa/literasari) ke wukirsari.bantul@gmail.com untuk di publikasikan di website desa....

Transparansi APBDes 2018

Pofil Desa Wukirsari

Lokasi Wukirsari

tampilkan dalam peta lebih besar