Sikap Sederhana Penuh Makna dalam Budaya Jawa

staf 06 Januari 2026 09:46:09 WIB

Ngapurancang adalah sikap melipat tangan di depan perut atau dada yang sarat akan nilai etika dan filosofi Jawa. Lebih dari sekadar posisi tubuh, ngapurancang mencerminkan rasa hormat, kerendahan hati, serta kesiapan untuk mendengarkan orang lain. Sikap ini kerap dijumpai dalam berbagai acara adat, pertemuan resmi, maupun interaksi sehari-hari sebagai bentuk kesopanan.

Dalam budaya Jawa, ngapurancang terbagi menjadi dua tingkatan. Ngapurancang inggil dilakukan dengan posisi tangan kanan berada di atas tangan kiri, diletakkan di bawah pusar. Sikap ini melambangkan kewibawaan dan keagungan. Sementara itu, ngapurancang andhap dilakukan dengan tangan kiri berada di atas tangan kanan, yang menunjukkan sikap tahu diri dan rendah hati. Pemilihan jenis ngapurancang disesuaikan dengan situasi dan lawan bicara.

Menariknya, terdapat perbedaan kebiasaan antara wilayah Yogyakarta dan Surakarta dalam menempatkan posisi tangan. Namun, perbedaan tersebut tidak menghilangkan esensi ngapurancang sebagai simbol penghormatan dan etika. Nilai ini berakar dari filosofi keprajuritan Jawa, sawega ing gati, yang berarti selalu siap, waspada, dan beradab dalam bersikap.

Melalui ngapurancang, budaya Jawa mengajarkan bahwa sikap tubuh dapat menjadi cerminan budi pekerti. Kesederhanaannya justru menyimpan makna mendalam tentang bagaimana manusia seharusnya bersikap: santun, rendah hati, dan penuh rasa hormat dalam setiap perjumpaan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Survei Kepuasan Masyarakat

Survei Kepuasan Masyarakat

Informasi Layanan DUKCAPIL SMART

APBKAL TA 2025

PESONA DESA WISATA WUKIRSARI

Desa Budaya Wukirsari

APBKAL TA 2024

Lagu Indonesia Raya

Profil Desa Wukirsari

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License